Tottenham Hotspur Tunjuk Roberto De Zerbi: Misi Selamatkan Klub dari Relegasi
Tottenham Hotspur membuat gebrakan besar di musim 2025-26 dengan menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer baru, menandatangani kontrak lima tahun untuk menggantikan Igor Tudor, yang hanya bertahan enam minggu sebagai pelatih interim. Penunjukan ini menandai manajer ketiga yang memimpin Spurs musim ini, setelah Thomas Frank dipecat pada Februari dan Tudor yang gagal memberikan dampak positif.
De Zerbi, yang sebelumnya menangani Marseille hingga Februari 2026, menghadapi tugas berat. Tottenham saat ini berada hanya satu poin di atas zona degradasi dengan tujuh laga tersisa di Premier League. Dalam pernyataan resminya, De Zerbi mengatakan, “Saya senang bergabung dengan klub sepak bola yang fantastis dan salah satu yang terbesar di dunia. Saya di sini karena percaya pada ambisi ini, dan menandatangani kontrak jangka panjang untuk memberikan segalanya demi mewujudkannya.”
Mengapa Tottenham Memilih De Zerbi?
Menurut sumber ESPN, De Zerbi sudah menjadi pilihan utama Tottenham untuk penunjukan jangka panjang sejak awal tahun. Klub bahkan mencoba mengontraknya setelah pemecatan Thomas Frank. Namun, pada saat itu, De Zerbi menolak karena ingin mengambil jeda singkat setelah meninggalkan Marseille. Spurs kemudian menunjuk Tudor sebagai solusi sementara.
De Zerbi dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan dominan. Di Brighton & Hove Albion, ia memperkenalkan gaya penguasaan bola tinggi, menekankan pemain yang terampil secara teknis, dan agresif dalam pressing. Johan Lange, direktur olahraga Spurs, pernah menekankan bahwa klub ingin bermain dominan, menguasai bola, menciptakan peluang, dan agresif tanpa bola, prinsip yang sejalan dengan gaya De Zerbi.
Penunjukan jangka panjang De Zerbi juga diharapkan memberikan stabilitas bagi para pemain yang sebelumnya dibimbing oleh Frank dan Tudor dengan filosofi berbeda. Dengan kontrak hingga 2031, De Zerbi juga dapat memulai perencanaan transfer yang sesuai dengan gaya permainannya, menentukan pemain yang ingin dipertahankan, dan merencanakan penguatan untuk musim berikutnya.
Tantangan Berat di Sisa Musim
Meskipun filosofi De Zerbi menarik, tantangan utamanya adalah menyelamatkan Spurs dari degradasi dalam waktu singkat. Spurs harus menghadapi tujuh pertandingan tersisa, termasuk laga krusial melawan Sunderland pada 12 April. Sistem pressing agresif dan penguasaan bola tinggi yang diterapkan De Zerbi mungkin sulit langsung diterapkan mengingat para pemain masih beradaptasi dengan perubahan drastis.
Kondisi defensif Spurs menjadi perhatian besar. De Zerbi harus memastikan bek dan kiper nyaman dengan permainan keluar dari tekanan lawan, sementara lini tengah perlu mampu mengendalikan tempo permainan. Jika adaptasi gagal, risiko kekalahan semakin besar, mengingat Premier League adalah liga dengan intensitas tinggi dan kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.
Pelajaran dari Tudor dan Frank
Igor Tudor ditunjuk dengan harapan bisa menyelamatkan Spurs dari degradasi, tetapi hasilnya jauh dari harapan. Tudor tidak memenangkan satu pun dari lima pertandingan liga, bahkan sempat membuat keputusan kontroversial seperti mengganti kiper Antonín Kinsky hanya 17 menit setelah kickoff di Liga Champions melawan Atlético Madrid. Kekalahan beruntun melawan tim seperti Nottingham Forest memperparah posisi Spurs dan menimbulkan ketidakpuasan suporter.
Sebelumnya, Thomas Frank juga gagal mengangkat performa tim meski membawa pengalaman dari Brighton. Kehilangan 46 pertandingan dalam semua kompetisi sejak awal musim, ditambah hubungan yang renggang dengan penggemar, membuat Spurs seakan kehilangan arah. Stabilitas yang ditawarkan De Zerbi menjadi hal yang sangat dibutuhkan di tengah kekacauan ini.
Filosofi De Zerbi dan Implementasinya di Spurs
De Zerbi terkenal dengan metode “baiting the press” yang diterapkan di Brighton. Teknik ini memaksa lawan menekan bek yang memegang bola, membuka ruang di lini tengah untuk membangun serangan cepat. Selain itu, ia menekankan kepemilikan bola lebih dari 55% dalam rata-rata pertandingan, dengan tujuan menekan lawan sambil menghemat energi pemain.
Namun, mengimplementasikan filosofi ini di Spurs yang sedang terpuruk bukan perkara mudah. Pemain harus cepat beradaptasi dengan penguasaan bola tinggi, pressing agresif, dan transisi cepat. Jika tidak, pendekatan ini justru bisa membuat tim lebih rentan kebobolan. De Zerbi harus menyeimbangkan idealisme taktik dengan pragmatisme demi hasil instan di sisa musim.
Kepercayaan dan Kontroversi
Penunjukan De Zerbi juga disertai kepercayaan penuh dari manajemen Spurs. Kontrak lima tahun tanpa klausul degradasi menunjukkan keyakinan klub terhadap kemampuan pelatih Italia ini. Namun, reputasi De Zerbi yang kerap berselisih dengan pemain atau eksekutif mengenai kebijakan transfer menimbulkan tantangan tersendiri. Ia dikenal ingin memiliki kontrol penuh terhadap strategi pasar pemain, sesuatu yang bisa memicu gesekan dengan manajemen.
Selain itu, kontroversi terkait komentar masa lalu De Zerbi tentang Mason Greenwood sempat menjadi pertimbangan. Namun, manajemen Spurs memutuskan bahwa hal tersebut tidak akan menghalangi penunjukannya.
Kesimpulan
Roberto De Zerbi kini memegang kunci nasib Tottenham Hotspur. Ia menghadapi tantangan monumental: menyelamatkan tim dari degradasi dan menata ulang filosofi permainan di tengah tekanan luar biasa. Jika berhasil, ia bukan hanya menjadi penyelamat klub, tetapi juga membangun fondasi untuk era baru Spurs yang lebih stabil dan kompetitif. Namun, kegagalan dalam tujuh laga tersisa bisa mengubah segalanya, memperburuk reputasi klub, dan menjadikan penunjukan De Zerbi sebagai keputusan yang penuh risiko.
Satu hal yang jelas: masa depan Tottenham Hotspur kini berada di tangan seorang manajer visioner, di tengah krisis yang menguji segala kemampuan taktik, kepemimpinan, dan keberanian untuk bertahan pada prinsip.
Related posts:
BREAKING NEWS: 3 Kandidat Terkuat Penerus Pep Guardiola di Manchester City
Pelatih baru Luciano Spalletti masih yakin dengan peluang Juventus untuk meraih gelar juara
Berita Liverpool: Arne Slot Tegaskan Tidak Akan Ubah Gaya Menyerang Meski Terpuruk
Ivar Jenner Resmi Bergabung Dewa United, Lini Tengah Banten Warriors Makin Menggila!
